kerajaan nabi sulaiman
Kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun setelah wafatnya
Prajurit dan pengawal kerajaan nabi sulaiman as meliputi
berbagai makhluk ciptaan Allah ta’ala salah satunya adalah burung, para ulama
tafsir juga mengungkapkan bahwa pasukan nabi sulaiman as yang terdiri dari
manusia, jin, burung dikumpulkan menjadi sebuah barisan, manusia beriman berada
dibarisan paling depan dibelakangnya adalah jin yang beriman kemudian barulah
barisan burung-burung
Burung-burung prajurit nabi sulaiman disebutkan dalam
beberapa riwayat merupakan prajurit kafalri yang ditugaskan mencari mata-mata
atau mengiring informasi dari berbagai wilayah, tugas ini dibebankan kepada
burung karena burung mampu terbang keangkasa dan memiliki kecepatan terbang
yang luar biasa
Burung hud-hud merupakan jenis burung yang memiliki
kemampuan terbang dengan jarak yang sangat jauh kemapuan ini mengantarkan
mereka pada tugas untuk mengirimkan pos surat-surat dakwah kenabian sulaiman
as, ketika pasukan diperintahkan untuk berkumpul maka semua berkumpul kemudian
sulaiman berada dibarisan burung-burung lalu burung-burung itu diperiksa oeh
sulaiman kemudian sulaiman bertanya :” kemana hud-hud mengapa aku tidak melihat
dia? Kemudian ia diancam oleh sulaiman akan dihukum dan disembelih karena pergi
tanpa izin panglimanya, tidak lama setelah itu hud-hudpun datang dan menyampaikan
bahwa hud-hud memberikan kabar yang sangat meyakinkan yaitu kerajaan saba yang
nantinya akan ditaklukan oleh sulaiman as hasil informasi dari hud-hud
Hud-hud inilah yang nantinya akan menjadi wasilah dakwah
sulaiman kepada penguasa kerajaan saba yang fenomal yaitu ratu bilqis, ratu
bilqis dikenal sangat kaya dan terhormat dari segala kalangan kekayaaan yang
sangat dibanggakan tersebut pernah dikirim kepada sulaiaman as ketika ia
menguji kenabian beliau, namun segala kekayaan ratu bilqis yang sekian banyak
bukanlah apa-apa bagi nabi sulaiman as, karena dalam beberapa riwayat
disebutkan bahwa singgasana ratu dapat dipindahkan dalam sekejap kedalam istana
sulaiman as, dan nantinya ratu bilqis yang cantik nan kaya menikah dengan nabi
sulaiman as
Ketika nabi sulaiman as meminta siapa diantara kalian pasukan
yang bisa memindahkan singgasananya ratu bilqis maka salah satu jin yang
bernama ifrit berkata:” saya akan mendatanginya kepadamu ya sulaiman sebelum
kamu bangkit dari singgasanamu, kemudian salah seorang yang berilmu(ada
perbedaan diantara para ulama apakah ia bangsa jin atau manusia, kalau ia
adalah manusia ini membuktikan bahwa manusia dapat mengalahkan jin karena
manusia punya ilmu Al kitab) dari Al kitab berkata:”aku akan menghadirkannya
sebelum matamu berkedip” kalau memang itu adalah jin maka jelas pekerjaan ini
hanya mampu dilaksanakan oleh bangsa jin maka itu jin mendapatkan tugas yang
berat dizaman nabi sulaiman as
Kekuasaan nabi sulaiman as dibumi juga mampu memahami bahasa
semut kisahnya dapat kita temukan dalam Al quran dalam surat An naml yang juga
berati semut, beliau dapat memahami kalimat semut dimana tatkala melewati
lembah semut kemudian pimpinan semut betina mengatakan kepada semua semut
dilembah semut itu:” wahai pasukan semut masuklah kalian semua kedalam lubang
tempat kalian agar kalian tidak diinjak oleh pasukan sulaiman sedangkan mereka
tidak sadar melakukan itu dan subhanallah semua nikmat ini berujung pada doa
nabi sulaiman as “ maka nabi sulaiman tersenyum mendengar percakapan semut itu
kemudian berdoa “ya Allah anugerahkanlah untukku tunjukan kepadaku bagaimana
aku bisa bersyukur atas semua nikmatmu”
Masya Allah betapa besar nikmat Allah ta’ala kepada nabi
sulaiman as karena selain mampu memahami bahasa hewan, nabi sulaiman juga mampu
menaklukan jin baik yang beriman maupun yang kafir para ulama tafsir mengatakan
bahwa jin yang tidak beriman disebut dengan sebutan syaithan melihat jin dan
syaithan yang membangkang dan meninggalkan perintah Allah maka Allah kumpulkan
mereka semua dalam satu kerajaan nabi sulaiman as
Allah swt menyampaikan bahwa Allah sendiri yang
mengendalikan jin dan syatihan dibawah kerajaan sulaiman as, yang pertama
adalah dikumpulkan bagi sulaiman pasukan2 itu dan dalam ayat lain disebutkan “
maka kami kendalikan untuk sulaiman” artinya bahwa sulaiman as bukan mencari
jin bukan mencari syaithan dan tidak benar kalau kisah nabi sulaiman dijadikan
alasan untuk orang memiliki jin karena dia mencari karena nabi sulaiman tidak
pernah mencari tapi Allah sampaikan dengan sangat jelas :” kami yang
mengumpulkan , kami yang menundukan untuk sulaiman karena sesungguhnya syaithan
tidak mau dan tebukti bahwa nanti sebagian syaithan itu oleh nabi sulaiman
dihukum dengan cara diikat bahkan ada yang dibakar hukumannya mengapa? Karena
dia membangkang karena pada dasarnya mereka membangkang tetapi Allahlah yang
menundukannya bagi sulaiaman sehingga sulaiman mampu memiliki pasukan dari jin
Dan Al quran menyebutkan tentang tugas mereka yang
bermacam-macam ada yang tugasnya membangun bangunan yaitu istana-istana megah
kemudian benteng-benteng yang luar biasa yang disebutkan dalam kisah-kisah
terdahulu bahwa nabi sulaiman pernah memiliki sebuah benteng yang semuanya
berlapiskan kaca sehingga aktivitas sulaiman terlihat didalamya.
Jin dan syaithan sengaja dipekerjakan nabi sulaiman dengan
pekerjaan spesifik mereka ditugaskan membangun mihrab-mihrab istana,
piring-piring sebesar kolam, bejana-bejana raksasa bahkan batu-batu yang
berdiri megah disepanjang wilayah istana kerajaan, para ahli sejarah mengatakan
bahwa syariat dimasa nabi sulaiman memperbolehkan beliau membangun
patung-patung hiasan istana dan bukan patung untuk disembah
Namun pada masa nabi muhammad saw syariat islam dan turunnya
Al –quran melarang pembangunan patung untuk tujuan apapun
Jin dan syaithan yang dibelenggu adalah jin dan syaithan
yang tidak menjalani perintah Allah dan rasulnya bahkan membangkang pada nabi
dan raja yang berkuasa saat itu nabi sulaiman as kodrat mereka merasa terhina
jika mereka berada dibawah manusia maka sungguh sangat mustahil dan dusta jika
manusia mengaku bahwa jin dan syaithan mampu membantu kehidupan mereka tanpa
balas jasa karena bahkan mereka sendiri membantu nabi sulaiman dalam
keterpaksaan dan kendali muthlaq dari Allah swt
Hal ini merupakan dari wujud doa nabi sulaiman as ketika
membuat kerajaan yang tidak mampu dimiliki oleh siapapun setelah beliau maka
Allah swt mengabulkan doa dengan memberikan suatu kerajaan dengan pasukan yang
luar biasa yakni manusia jin hewan dan segala elemen, mengetahui jin yang
membangkang perintah Allah dan rasulnya nabi sulaiman as berdoa kepada Allah
untuk menutupi dan merahasiakan wafatnya dari sepengetahuan jin dan syaithan
Beberapa tahun sebelum wafatnya nabi sulaiman ulama tafsir
menyebutkan bahwa ayah nabi sulaiman yakni nabi daud as pernah diperintahkan
untuk menyelesaikan penyelesaian pembangunan baitul maqdis ternyata nabi
sulaiman belum menyelasikan kurang lebih ada yang menyatakan setahun lagi
selesai pembangunan baitul maqdis itu dan semua harus bekerja termasuk para jin
dan syaithan maka nabi sulaiman berdoa pada Allah :” ya Allah tutupi kematianku
“ agar mereka tidak tahu, apa tujuannya? Ada 2 tujuan kalau mengacu pada penjelasan
tafsir bahwa nabi sulaiman masih harus bekerja dan harus memerintahkan jin-jin
bekerja membangun baitul maqdis karena jika jin-jin yang membangkang itu tau
kematian nabi sulaiman maka dia akan pergi dan tidak akan lagi meneruskan
pekerjaan itu, tujuan yang kedua adalah sebagaimana dalam doa nabi sulaiman
karena jin mengklaim bahwa mereka tahu hal ghaib dan ini tidak benar maka dari
itulah sulaiman berdoa agar disaat kematiannya dirahasiakan kemudian mereka
tahunya belakangan akan kematiannya maka itu menujukan bahwa mereka tidak
mengetahui hal ghaib
Tidak tahunya jin dan syaithan akan wafatnya nabi sulaiman
as menjadi bukti bahwa klaim mereka mengetahui hal-hal ghaib adalah dusta dan
makar belaka, dusta dan makar tersebut ternyata berlanjut dan syaithan yang
merasa terhina karena dijadikan budak oleh kerajaan sulaiman kemudian
melancarkan dusta dan makar untuk menyesatkan umat manusia hingga hari kiamat
hal ini sesuai dengan sumpah iblis yang terusir dari surga karena
kesombongannya yang tidak mau berada dibawah derajat manusia makhluk ciptaan Allah
yang paling sempurna, para ulama tafsir menceritakan bahwa jin dan syaithan
berhasil memfitnah kewibawaan dan kekuasaan nabi sulaiman as
Para ulama tafsir mengatakan bahwa nabi sulaiman mempunyai
buku-buku yang diletakan dibawah kursinya ada yang mengatakan dalam kisahnya
bahwa buku-buku yang diletakan dibawah kursinya adalah buku-buku sihir yang
ditulis oleh para penyihir sebelum sulaiman kemudian dirampas dan kemudian
diletakan dibawah kursi sulaiman ada yang mengatakan: tertulis ayat 2 baris
setiap 2 baris dan baris yang ketiga diselingi mantra dan ini juga yang banyak
terjadi hari ini kenapa sebagian manusia tertipu oleh tulisan-tulisan ayat
quran padahal isinya mantra yang dicampur oleh ayat percis apa yang dilakukan
oleh syaithan sepeninggal sulaiman dibacakan oleh syaithan itu kepada masyarakat
dan lagi-lagi sulaiman sudah meninggal tapi syaithan memfitnahnya sampai orang
meningalpun masih di fitnah, fitnahnya adalah mengapa dulu kami bisa
dikendalikan oeh sulaiman karena sulaiman punya buku-buku mantra yang
disembunyikan dibawah kursinya itu, maka itulah maka yang mereka sampaikan
kepada masyarakat sehingga masyarakat belajar tentang sihir tentang mantra
untuk mengendalikan jin dan syaithan dan itu justru kekafiran, Allah berfirman
:” sulaiman tidak pernah kafir akan tetapi syaitah-syaithan itulah yang kafir
karena telah mengajarkan sihir kepada manusia” dengan sihir itulah syaithan
ingin menjebak manusia pada kekafiran
Kekuasaan nabi sulaiman as atas jin dan syaithan bukanlah
atas kehendak nabi sulaiman sendiri namun muthlaq kehendak dan kekuasaan
kendali Allah swt kisah nabi sulaiman hendaknya dapat menjadi pelajaran dan
iboh bagi manusia dizaman ini khususnya umat muslim, menjadikan umat muslim
semakin dekat dengan Allah swt tanpa syarat dan ketentuan apapun seperti jin
dan syaithan karena pada dasarnya manusia memiliki derajat yang tinggi
dibanding jin dan syaithan bahkan jin yang beriman sekalipun
Allah sudah mengingatkan kepada kita dalam surat jin ayat 6
:” sesungguhnya sebagian kaum manusia meminta perlindungan kepada kaum jin maka
semua ini tidak menambah apa-apa kecuali kesesatan dan kekafiran, maka kisah nabi
sulaiman bukan menjadi alasan untuk bekerja sama dengan jin manusia punya dunia
manusia dan jin punya dunia jin manusia dan jin punya posisi yang sejajar untuk
beribadah kepada Allah swt.
Wallahu’alam
Komentar
Posting Komentar